Strategi Pengembangan Usaha Makanan Ringan Skala Kecil di Pedesaan: Studi Peluang dan Tantangan
Isi Artikel Utama
Abstrak
Usaha makanan ringan merupakan salah satu bentuk bisnis mikro yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan di wilayah pedesaan. Selain karena bahan baku mudah diperoleh, makanan ringan juga memiliki pangsa pasar luas mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan usaha makanan ringan skala kecil di pedesaan dengan memperhatikan aspek modal, proses produksi, strategi pemasaran, serta hambatan yang dihadapi pelaku usaha. Metode penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasi lapangan dan wawancara terhadap lima pelaku usaha makanan ringan di desa X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal awal yang relatif kecil (Rp200.000–Rp1.000.000) sudah dapat digunakan untuk memulai usaha, terutama pada produk keripik singkong, kacang goreng, dan makanan ringan kemasan. Faktor penentu keberhasilan usaha meliputi inovasi rasa, kemasan menarik, serta strategi pemasaran melalui penjualan langsung dan penitipan di warung. Adapun tantangan utama adalah keterbatasan akses modal tambahan, persaingan harga, serta keterbatasan literasi digital dalam pemasaran online. Penelitian ini menyimpulkan bahwa usaha makanan ringan di pedesaan memiliki prospek menjanjikan apabila pelaku usaha mampu mengelola modal secara efektif dan memanfaatkan strategi pemasaran kreatif.
##plugins.themes.bootstrap3.displayStats.downloads##
Rincian Artikel
Bagian

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Referensi
Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). California: SAGE Publications.
Dio Samudra & Angga Ade Saputra. (2025). Dampak teknologi augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) pada pemasaran digital di Indonesia. Zakatuna: Journal of Economics and Business, 1(01).
Hidayat, R. (2020). Pengembangan usaha mikro berbasis hasil pertanian di pedesaan. Jurnal Ekonomi Pertanian, 12(2), 45–56.
Kementerian Koperasi dan UKM RI. (2022). Laporan tahunan UMKM Indonesia. Jakarta: Kemenkop UKM.
Koswara, A. (2025). Kewirausahaan digital di ekonomi gig: Analisis tren kategori jasa freelance paling populer di Indonesia. Zakatuna: Journal of Economics and Business, 1(01).
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis. California: SAGE Publications.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mufidah, M., & Samudra, D. (2025). Analisis respons masyarakat terhadap inovasi pelayanan publik Pemda Magelang di media sosial. Zakatuna: Journal of Economics and Business, 1(01).
Pratiwi, N. (2021). Perubahan perilaku konsumen dan implikasinya terhadap strategi pemasaran UMKM. Jurnal Manajemen Pemasaran, 9(1), 11–20.
Putra, A., & Lestari, D. (2022). Tantangan UMKM di era digitalisasi ekonomi. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 15(3), 77–89.
Sari, M. (2021). Potensi usaha makanan ringan dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga. Jurnal Kewirausahaan, 7(2), 100–110.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Tambunan, T. (2019). Usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia: Isu-isu penting. Jakarta: LP3ES.